Rebranding, Radio dan Internet

“Kalo penyiar pagi, kan ngga mungkin dengerin radio lain kan? Nah, kalo kita siaran sampe jam 11 siang begini, mereka bisa dengerin kita…” Itulah celetukan yang dibuat oleh Augie Fatinus saat siaran pagi di Kis 95.1 FM Jakarta akan selesai hari itu. Ya, saya sendiri sih jujur kurang begitu hafal secara rinci apa yang diceritakan,…

Lanjutkan Membaca

Metamorfosa iNews dan Soal Integrasi

Fenomena ini, pada akhirnya menjadi tantangan besar dalam dunia jurnalistik. Apakah integrasi ini akan menjamin adanya pemberitaan yang lebih kredibel dan terpercaya, atau lagi-lagi integrasi semacam ini tak lain hanya soal branding semata dan soal politis belaka?  

Lanjutkan Membaca

Hai, Kembali!

Hai, akhirnya saya kembali menulis di IniKritikGue ini, setelah 1 bulan lebih istirahat menulis sambil mempersiapkan yang “baru”. Eh, maaf. Sekarang saya menyebut ini adalah Peng.han.tar. Tetap seperti yang kita kenal sejak 3 tahun lalu, bagian ini tetap membahas all about broadcasting and media in Indonesia. Cuma, apa yang beda ya? … Selama 1 bulan…

Lanjutkan Membaca

#NgobrolinProgramTV : Polisi, 86 dan Kekinian

Semoga tudingan “mosok polisi cuma grebeknya hotel kelas melati, hotel bintang 5 kemana pak-bu?” memang hanya dituding pada polisi dan bukan pada program ini. 

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Televisi dan Perspektif Perempuan

Namun, mengamati perempuan Indonesia, sebenarnya tak hanya menggunakan perspektif program-program tadi. Semua program bisa digunakan untuk mengamatinya. Perempuan, memang kini tak selalu identik dengan program-program yang saya sebut di awal. Selama masih bisa dianggap “menjual”, tentu perempuan tak hanya diposisikan sebagai penonton, selayaknya “emak-emak” yang dicandai sebagai penguasa remote pesawat televisi, namun juga menjadi obyek.  

Lanjutkan Membaca

(Mungkinkah) Senjakala Mata dan Lawak?

​Saya menulis ini, mungkin terasa terlambat. Ini karena memang saya juga mesti mengimbangi frekuensi menulis saya di media lain yang linknya saya bagi juga di Twitter saya secara rutin. Selain itu, saya juga fokus pada rubrik #StoryofIndonesianTelevision yang saya upayakan untuk hadir tiap minggu.  Namun, saya akhirnya memang harus menulis ini. Lebih tepatnya, menulis tentang…

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Satelit dan Televisi

Kelahiran satelit Palapa A-1 pada 8 Juli 1976 dari Florida, AS menjadi peristiwa dimulainya beragam perubahan penting dalam sejarah republik, terutama sejarah dunia komunikasi dan media di negeri ini. Satelit pertama bangsa ini memiliki 12 transponder dengan kapasitas 500 sirkuit saluran telepon per transponder atau satu saluran televisi berwarna. Pengguna satelit ini, tentu saja salah satunya TVRI sebagai stasiun TV pertama saat itu. Jangkauan satelit ini (foot print) bukan hanya seluruh Indonesia, namun juga hingga benua Australia dan Asia Tenggara.  

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Lika Liku Komedi Komika

Pada bulan Ramadan lalu, akun Instagram @generasi90an berhasil membuat banyak netizen yang kangen dengan duet kocak Ulfa Dwiyanti dan Eko Patrio yang membawakan program sahur di SCTV di era tersebut.

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Tak Lengkap Tanpa Sinetron

Televisi kita hari ini jadi kurang lengkap tanpa sinetron. Bahkan, stasiun TV yang bisa dikatakan hampir tak pernah menayangkan sinetronpun bisa ikut-ikutan. Program yang satu ini hampir tak bisa hilang daya pikatnya bagi pemirsa televisi, meskipun memang jaman telah berubah.

Lanjutkan Membaca

Windy, Raffi Ahmad dan Frekuensi Milik Publik (Lagi)

Dalam pernyataan di media, Raffi mengatakan bahwa ulang tahun Rafathar dibuat sederhana, namun ekspos yang berlebihan menjadikan “kesederhanaan” ini dipertanyakan.  

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Persaingan Ketat dalam Pertelevisian

Menyambut hari pertelevisian Indonesia yang dirayakan bulan Agustus ini, saya menghadirkan cerita-cerita berseri soal pertelevisian Indonesia yang saya olah dari berbagai sumber terpercaya.   Kehadiran 5 stasiun TV baru memeriahkan persaingan antar stasiun TV di Indonesia. Sementara itu, TVRI makin terseok dalam persaingan, apalagi ditambah sejak awal abad ke-21, TVRI sempat berganti-ganti badan usaha, dari Perjan kemudian PT (Persero)…

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Lagi-Lagi Program Impor

Aturan soal stasiun TV “franchise” memang belum diatur secara jelas. Namun, aturan mengenai program asing sudah diatur dalam 2 peraturan soal penyiaran. UU Penyiaran No 32/2002 mensyaratkan program asing maksimal 40% dari waktu siaran.

Lanjutkan Membaca

Sensor (Lagi), Bruh and Sis

Tapi, ingat, yang sensor bukan KPI, lho. Saya nulis ini bukan karena saya jubir KPI apalagi membela mereka. Hehe.

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision : Televisi dalam Pusaran Reformasi

Meskipun demikian, televisi pada masa ini dianggap sebagai salah satu “penyulut” api reformasi yang digaungkan oleh para mahasiswa dan aktivis pro reformasi. Posisi televisi secara umum, menjelang hari-hari terakhir Orde Baru, dapat dikatakan telah menjadi pembangkang sepenuhnya terhadap rezim (Ishadi SK : 2014, hlm 75), padahal seperti kita tahu, stasiun TV yang ada saat itu masih berada dalam lingkar keluarga presiden dan kroni-kroninya.  

Lanjutkan Membaca

#StoryofIndonesianTelevision (1) : Televisi dan Kontrol Pemerintah

Masa-masa ini bisa dibilang masa-masa paling menentukan dalam industri pertelevisian di Indonesia. Masa ketika kontrol pemerintah dan (tentu) “juragan” stasiun TV tersebut sangat menentukan.

Lanjutkan Membaca