Cerita dibalik IniKritikGue

Cerita yang unik, berbeda, mengesalkan hingga membahagiakan selama 3 tahun 

best drag and drop website builder software download

Dimulai dari 2014, IniKritikGue hadir dan menemani kamu-kamu semua yang ingin membaca dan memahami lebih dalam soal dunia media dan penyiaran, terutama televisi. Namun, sejarah panjang sebetulnya terjadi sejak saya kecil.

Saya ingat betul ketika saya masih kecil dulu, saya pernah menangis sepanjang perjalanan dengan menggunakan pesawat bersama keluarga, karena trauma dengan pemberitaan soal kecelakaan pesawat terbang yang marak saat itu. Jujur saya jadi kepikiran bahwa hari itu bisa jadi hari terakhir saya.


Tapi, ini dulu. Saya tentu nggak lagi seperti ini sekarang. Namun, butuh waktu beberapa tahun sebelum akhirnya saya memilih untuk membuat blog IniKritikGue.

Tahun 2014, berawal dari proyek iseng-iseng, saya membuat blog ini. Blog yang awalnya hadir di Wordpress.com dan setia menemani kamu di dunia maya selama 3 tahun. Banyak cerita dan pencapaian terbaik yang telah saya bersama blog saya alami.


Mungkin kamu masih ingat bahwa tahun 2014 adalah tahun kacau dalam dunia pertelevisian Indonesia, mulai dari adanya Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV yang dicut dengan tragis setelah skandal (alm) Benyamin Sueb alias bang Ben yang jadi bahan hipnotis, adanya sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS), hingga pertarungan sengit capres-capres saat Pemilu, 

yang berbuah "perang" di televisi. Kamu tentu masih ingat, ketika saya dengan aktif membahas persoalan-persoalan itu.


Hasilnya, tentu membahagiakan buat saya pribadi. Akhirnya banyak perubahan terjadi dalam pertelevisian kita, meskipun masih banyak PR yang harus dibenahi, namun saya melihat perubahan-perubahan tersebut terjadi.


Secara statistik blog, saya berbicara kalau statistik blog secara umum masih memuaskan dan posisinya cukup oke. Bahkan ditahun 2015 lalu sempat mencapai angka 1 jutaan (ranking versi Alexa.com). Namun memang mengalami penurunan signifikan, seiring kedewasaan saya dan tulisan saya yang perlahan tidak lagi sealay dulu.

Saya, Rinhardi Aldo. Yang mengelola dan memiliki blog ini.

Mungkin agak asing dengan nama saya. Memang, saya tidak seterkenal Awkarin, Anya Geraldine, Uya Kuya, Anies Baswedan, pak Ahok, hingga pak Joko Widodo.


Saya memang hanya blogger biasa yang mencoba bersuara secara obyektif, meskipun terkadang masih kebablasan, namun suara saya masih ada yang membaca dan mendengar.


Saya adalah lulusan salah satu SMK telekomunikasi di Jakarta, dan saat ini dibuat, saya bekerja di salah satu ISP (Internet Service Provider) terkemuka di Jakarta. Posisi saya saat ini adalah Helpdesk, dimana saya menangani banyak kasus dan keluhan pelanggan, serta saya juga memonitoring jaringan dan link backbone.


Posisi saya sekarang inilah yang membuat saya menjadi seperti sekarang. Saya paham bahwa treatment ke tiap orang tak pernah ada standar bakunya. Sistem yang terancang dengan baik, belum tentu sempurna dan memang harus terus disempurnakan. Hal inilah yang jadi landasan saya dalam berkomentar hal apapun.

Tahun 2015, saya pernah melakukan testing blog dengan domain titikbalikgue.wordpress.com, yang menjadi cikal bakal dari KisahKasihAldo. Blog yang ini memang cukup absurd, mengingat masih mencoba untuk membaca segmen yang disasar. Blog ini bisa berisi curhatan dan opini saya secara umum dan melihat semua persoalan yang tengah tren saat ini.

Saat migrasi dengan menggunakan hosting sendiri, saya kemudian memunculkan KisahKasihAldo yang masih dalam tahap pengembangan. 


Oh ya, mengenai migrasi sendiri, saya memilih demikian mengingat saya membutuhkan branding yang bagus dan berusaha buat menampilkan lebih banyak konten menarik yang saya akan hadirkan dalam beberapa waktu kedepan. Maka saya memilih membeli domain sendiri dengan TLD (top level domain) .my.id alias dari Indonesia untuk mencerminkan ke-Indonesiaan konten blog.


Namun, disaat yang sama saya mencoba untuk meregenerasi IniKritikGue yang mulai mencapai titik jenuhnya. 

Saya menyadari bahwa IniKritikGue tak bisa selamanya mengandalkan tren yang ada terus, mengingat fungsinya yang bukan sebagai repeater isu-isu atau hanya memanfaatkan isu sebagai pendongkrak viewers. Saya juga berharap dimasa depan nanti, IniKritikGue bisa jadi bagian dari literasi media di Indonesia, namun dengan kedekatan yang populer. Maka, saya mencoba membuat strategi baru soal ini.


Kamu mau ikut berkontribusi? Kirim saja saranmu ke kritiksaran@inikritikgue.my.id atau ask.fm/rinaldo92aldo. Bisa juga komentar di inikritikgue.my.id/komentar. 

Ini kata mereka tentang IniKritikGue

lorem ipsum

lorem ipsum

lorem ipsum

Ikuti saya di.